Manajemen Konstruksi
merupakan salah satu aspek penting yang sangat mempengaruhi biaya dan waktu,
dalam pelaksanaan suatu proyek. Salah satu aspek yang ditinjau dari kajian
manajemen konstruksi dalam kaitan percepatan pelaksanaan pekerjaan adalah
sistem lembur (penambahan jam kerja), dan juga dengan sistem penambahan tenaga
kerja. Langkah efisiensi dalam suatu proyek merupakan modal dalam pekerjaan
sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan jalan penentuan peralatan yang tepat
serta penggunaan biaya dan waktu terampil dan efisien dalam melaksanakan
pekerjaan suatu proyek. (Ervianto, 2002).
Keterlambatan pekerjaan proyek dapat diantisipasi
dengan melakukan percepatan dalam proses pelaksanaannya, namun juga harus tetap
memperhatikan faktor biaya. Pertambahan biaya yang dikeluarkan diharapkan
seminimum mungkin dan tetap memperhatikan standar mutu. Percepatan dapat
dilakukan dengan mengadakan penambahan jam kerja, alat bantu yang lebih
produktif, penambahan jumlah pekerja, menggunakan material yang lebih cepat
pemasangannya, dan metode konstruksi yang lebih cepat. ( Ariany, 2010 ).