Manusia & Penderitaan
Disusun
Oleh : MICHAELL EZRA SITOMPUL
NPM : 14315167
Mata Kuliah: : Ilmu Budaya Dasar
Fakultas : Teknik Sipil & Perencanaan
Jurusan : Teknik Sipl
Kelas : 1TA02
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya sehingga Kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
yang berjudul “ Manusia dan Penderitaan. Makalah ini berisikan tentang
masalah-masalah Manusia dan Penderitaan. Diharapkan
Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Manusia dan
Penderitaanya Kami menyadari bahwa mkalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karna itu kritik dan sarn dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
di harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah dari awal sampai akhir.
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL..........................................................................................................
i
KATA PEGANTAR.........................................................................................................
ii
DAFTAR
ISI.....................................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1
A. Latar
Belakang...................................................................................................
1
B. Perumusan
Masalah............................................................................................
2
C. Tujuan................................................................................................................
3
BAB II
PEMBAHASAN...................................................................................................
4
A.Definisi Penderitaan........................................................................................................
4
B.Definisi
Manusia.............................................................................................................
5
C.Hubungan Manusia dan
Penderitaan..............................................................................
6
D.Bentuk-Bentuk
Penderitaan............................................................................................
7
1.Siksaan........................................................................................................................
7
a.Kebimbangan..........................................................................................................
7
b.Kesepian.................................................................................................................
7
c.Ketakutan...............................................................................................................
7
2.Kekalutan Mental.......................................................................................................
7
a.Keperibadian yang
lemah.......................................................................................
9
b.Terjadinya konflik social budaya...........................................................................
9
c.Cara pematangan
batin...........................................................................................
9
E.Penderitaan dan
Perjuangan..........................................................................................
11
F.Penderitaan dan
Sebab-Sebabnya..................................................................................
12
1.Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk
manusia....................................... 12
2.Penderitaan yang timbul karena penyait,siksaan/azab
Tuhan................................... 13
G.Pengaruh
Penderitaan...................................................................................................
14
H.Cara menghadapi suatu penderitaan.............................................................................
14
BAB III
PENUTUP.........................................................................................................
16
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................
17
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Manusia adalah mahkluk social yang mengalami dan
dihadapkan pada dua percobaan yaitu menggembirakan dan menyakitkan.
Cobaan ini adalah suatu rintangan atau tahapan menguji manusia di dalam
kedidupan, apabila mampu menyelesaikan atau melewatinya dengan baik akan
mendapatkan pahala dan bila mengingkarinya ketentua yang ada akan tenggelam
dalam penderderitaan.
Terkadang
seseorang menjalani kehidupan inisering kali tergelincir akibat keterlenaan
akan kegembiraannya, padahal kegembiraan ini juga termasuk cobaan. Ada juga
yang menjalani cobaan yang menyakitkan dan menyusahkan sehingga tidak dapat
menjalaninya, maka orang tersebut akan frustasi dan meluapkan emosinya tanpa
control. Sikap ini malah akan menjadi penderitaan bagi orang tersebut.
Manusia di
dunia ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah baik menyusahkan
ataupun menggembirakan. Masalah timbul karena adanya kesenjangan antara harapan
dan kenyataan. Proses ini sering sekali dihadapkan pada liku-liku kehidupan
sehingga sering dianggap sebagai penderitaan.
Penderitaan
dan kebahagian datang tak dapat kita duga, sehingga manusia dituntun untuk
selalu siap dan siaga untuk menghadapi ini dengan rasa suka dan duka.kita perlu
belajar dari pengalaman dan segera cepatlahbangkit dari kegelinciran itu. Dan
terkadang hal penunjang terabaikan sehingga menambah masalah baru. Kita juga
bukan hanya menunggu tetapi kita perlu mencari solusinya.
B.
RUMUSAN PEMBAHASAN
Berdasarkan
latar belakang ini maka didapat rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pengertian dari Penderitaan itu ?
2. Apakah siksaan itu ? apa sebab-sebab nya dan bagaimana cara
mengatasinya.
3. Bagaimana Gejala-gejala , tahapan-tahapan, serta sebab-sebab
kekalutan mental itu terjadi.
4. Apakah sebab-sebab timbulnya penderitaan ?
5. Bagaimanakah pengaruh penderitaan terhadap manusia.
C.Tujuan Pembahasan
Tujuan dari
dari makalah ini adalah :
1.Menjelaskan
definisi penderitaan.
2.Menjelaskan
definisi siksaan, sebab-sebabnya dan cara mengatasinya.
3.Menjelaskan gejala-gejala, tahapan-tahapan, serta
sebab-sebab kekalutan mental itu terjadi.
4.Menjelaskan sebab-sebab timbulnya penderitaan
5.Menjelaskan pengaruh penderitaan terhadap manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
Manusia dan
Penderitaan
A.
DEFINISI PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata Derita yang artinya menanggung
atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan
termasuk realitas Dunia dan Manusia. Penderitaan ada yang ringan dan ada yang
berat. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu
merupakan penderitaan bagi orang lain. Bisa juga penderitaan menjadi energi
untuk bangkit dan menjadikan seseorang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Penderitaan
juga merupakan teguran Tuhan kepada Umat-Nya agar manusia sadar untuk tidak
berpaling dari-Nya. Sebelum penderitaan itu terjadi pada umumnya manusia telah
diberikan tanda, tanda itu dapat berupa mimpi dan lain sebagainya.
Tuhan telah
menciptakan manusia dengan segala kelebihannya dibandingkan dengan makhluk
lainnya. Penderitaan itu dapat berkurang tergantung bagaimana manusia menyikapi
penderitaan itu. Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang sedang dialaminya
akan segera menyadarkan dirinya untuk bertaubat kepada Nya dan pasrah terhadap
takdir yang telah ditentukan Tuhan terhadap diri nya, dan yakin bahwa kekuasaan
Tuhan jauh lebih besar dari dirinya. Kepasrahan itu yang membuat manusia
merasakan kedamaian dalam hatinya dan lama kelamaan akan berkurang penderitaan
yang dialaminya. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas
kemampuan umatnya.
Di dalam
Al-Qur’an maupun kitab suci agama lainnya banyak surat dan ayat yang
menjelaskan tentang penderitaan manusia dan peringatan kepada manusia akan ada
nya penderitaan, namun pada umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan
tersebut.
Dalam surat Al-Insyiqoq
ayat 6 dinyatakan bahwa Manusia ialah makhluk yang hidup nya penuh perjuangan.
Ayat tersebut dapat diartikan bahwa manusia harus bekerja keras untuk
kelangsungan hidup nya yaitu dengan cara menghadapi alam, menghadapi manusia
disekelilingnya dan tidak lupa untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Apabila manusia melalaikan salah satu nya akibatnya manusia akan menderita.
Penderitaan
itu ada yang fisik dan ada yang psikis. Penderitaan fisik dapat dihadapi dengan
cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis
penyembuhannya terletak pada kemampuan penderita menyelesaikan
persoalan-persoalan psikis.
B.
DEFINISI MANUSIA
Manusia pada hakekatnya merupakan mahluk sosial yang tidak
bisa hidup individualis atau hidup sendiri-sendiri ,sebagai mahluk sosial
yang berkumpul dan menetap tentunya manusia akan saling berinteraksi terhadap
sesamanya. Dan selain saling berinteraksi dengan sesamanya tentunya manusia
juga akan berinteraksi dengan lingkungan alam dimana dia tinggal, Manusia
mendiami wilayah yang berbeda,dan berada dilingkungan yang berbeda juga, dalam
berinteraksi yang dilakukan terus menerus dapat menimbulkan kebiasaan dalam
lingkungan masyarakat.
Manusia adalah
mahkluk social yang mengalami bermacam-macam liku-liku kehidupan. Dimana di
dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya akan selalu tergantung dengan manusia lainya
(Habib Mustofa,1989;146).
Dalam usaha
hidup manusia sering mengalami kegagalan. Entah kegagalan dalam belajar,
berkarya, bergaul, ataupun kegagalan dalam bercinta. Dalam menghadapi kegagalan
tersebut, tergantung dari manusianya sendiri. Ia menganggap kegagalan adalah
hal yang wajar dan itu di anggap sebagai suatu pengalaman, dan mungkin ia
percaya bahwa pengalam adalah pelajaran yang paling baik di dalam kehidupan
ini.
Menurut Ahmad
(2011) banyak teori yang mengemukakan bahwa manusia terdiri dari beberapa
aliran sifat/kebiasaan diantaranya :
1.
Aliran materialisme : aliran ini mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat
merupakan satu-satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses
material ini, sementara manusia juga dianggap juga ditentukan oleh
proses-proses material ini dan menganggap bahwa materi itu primer.
2.
Aliran idealisme : menurut paham idealisme bahwa yang sesungguhnya nyata adalah
ruh, mental atau jiwa. Alam semesta ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak
ada manusia yang punya kecerdasan dan kesadaran atas keberadaanya materi apapun
ada karena diindra dan dipersepsikan oleh otak manusia Waktu dan sejarah baru
ada karena adanya gambaran mental hasil pemikiran manusia.
3.
Aliran realisme klasik adalah aliran yang memandang realitas adalah sebagai
dualitas. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang
terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani.
4.
Aliran teologis membedakan manusia dari makhluk lain karena hubungannya dengan
tuhan. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia.
C.Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Allah adalah
pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa
atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang
bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan
penderitaan.
Mahluk
bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di
pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti
memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan
membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi
manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia
telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu
di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di
akhirat. Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya
menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri
namun juga nurani. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun
manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia kadang kala
mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat
tidak dapat memenuhi penghidupanya. Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya
terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia
akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah,
karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak
menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada
pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka
D. Bentuk – Bentuk
Penderitaan
A.SIKSAAN
Siksaan dapat
diartikan sebagai siksaan badan atau jasamani dapat juga berupa siksaan jiwa
atau rokhani.
Siksaan yang
sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan
1.
Kebimbangan
Kebimbangan
adalah keadaan dimana seseorang tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan
diambil, akibatnya seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu. Bagi
orang yang lemah pikirannya masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga
siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi yang kuat berpikirnya ia akan cepat
mengambil keputusan sehingga kebimbangan akan cepat diatasi.
2.
Kesepian
Kesepian
adalah keadaan dimana seseorang merasa sepi dalam dirinya atau jiwanya walawpun
dia berada di tempat keramaian.
Seperti halnya
kebimbangan, kesepian harus cepat diatasi agar seseorang tidak terlalu lama
berada dalam siksaan batin. Untuk mengatasi kesepian seseorang membutuhkan
kawan untuk berkomunikasi, kawan yang selalu ada dalam keadaan duka, yang mampu
memahami, mengerti dan menghayati kesepian yang dialami sahabat nya.
Selain mencari
kawan seseorang juga perlu mengisi waktunya dengan kesibukan. Sehingga kesepian
dapat teratasi.
3.
Ketakutan
Ketakutan
dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila raasa takut itu dibesar-besarkan
tidak pada tempat nya maka disebut dengan phobia.
Seperti pada
kesepian, ketakutan juga dapat dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai.
Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :
a.
Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia
adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Misalkan kepanikan seperti situasi
di lift, kereta api atau pesawat udara. Sedangkan Agoraphobia adalah ketakutan
seseorang berada di tempat terbuka, pada umumnya penderita agoraphobia
mengalami ketakutan terhadap tempat umum.
b.
Gamang
Gamang adalah
ketakutan bila seseorang berada ditempat yang tinggi. Misalkan seseorang berada
dijembatan yang sempit yang dibawahnya terdapat air yang mengalir.
c.
Kegelapan
Kegelapan
merupakan ketakutan seseorang bila berada ditempat yang gelap. Sebab dalam
pikirannya akan muncul sesuatu yang menakutkan dalam tempat gelap seperti setan
atau pun pencuri. Orang yang demikian menghendaki ruangannya selalu terang.
d.
Kesakitan
Kesakitan merupakan
ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami. Misalkan seseorang
yang akan di injeksi, sebelum jarum injeksi disuntikan kedalam tubuhnya
seseorang tersebut akan berteriak-teriak karena dalam pikirannya semuanya akan
menimbulkan kesakitan.
e.
Kegagalan
Kegagalan
merupakan ketakutan seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang
dikerjakan akan mengalami kegagalan. Misalkan seseorang yang patah hati tidak
mudah untuk bercinta kembali dikarenakan takut gagal dalam percintaan berikutnya.
Trauma yang dialaminya menjadikan ketakutan kalau hal tersebut terulang
kembali.
B. KEKALUTAN MENTAL
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat
ketidakmampuaan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang
bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gajala
awal sesorang mengalami kekalutan mental :
1. Nampak pada jasmani yang sering merasa pusing, sesak napas,
demam , nyeri pada lambung.
2. Nampak pada kejiwaan dengan rasa cemas, cemburu, patah hati,
mudah marah.
Tahap-tahap
gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada kehidupan si penderita baik
jasmani maupun rohani
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara yang negatif yaitu lari
dari permasalahan. Bagi orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila
menghadapi persoalan akan langsung menyelesaikan persoalan tersebut. Jadi bukan
lari dari persoalan tetapi melawan dan menyelesaikannya.
3. Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan
memiliki gangguan.
Sebab-sebab
timbulnya kekalutan mental :
a.
Kepribadian yang lemah
Hal tersebut
sering menyebabkan seseorang merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur
akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mental nya.
b.
Terjadinya konflik sosial budaya
Norma yang
berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga
ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
c.
Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan
reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses
kekalutan mental yang dihadapi seseorang dapat mendorang kearah yang:
a.
Positif
Trauma yang
dialami dijawab dengan baik yaitu dengan melakukan hal-hal yang bersifat
positif seperti solat tahajud malam hari untuk memperoleh ketenangan jiwa dan
mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
b.
Negatif
Trauma yang
dialami diperlarutkan sehingga orang yang bersangkutan mengalami frustasi,
yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk
frustasi antara lain :
1.
Agresi
Kemarahan yang
meluap-meluap akibat emosi yang tidak terkendali, dan secara fisik dapat
berakibat mudahnya terserang tekanan darah tinggi atau tindakan sadis yang
dapat membahayakan orang lain.
2.
Regresi
Kembali kepada
tingkah laku yang kekanak-kanakan seperti menjerit-jerit, menangis sampai
meraung-raung, memecahkan barang-barang
3.
Fiksasi
Peletakan atau
pembatasan pada satu pola yang sama. Misalnya dengan membisu, memukul-mukul
dada sendiri, membenturkan kepala dengan benda keras.
4.
Proyeksi
Usaha
melemparkan kelemahan dan sikap-sikap sendiri kepada orang lain.
5.
Identifikasi
Menyamakan
diri dengan orang yang sukses dalam imaginasinya.
6.
Narsisme
Self love yang
berlebihan sehingga merasa dirinya lebih superior dibanding yang lainnya.
7.
Autisme
Gejala menutup
dirinya secara total dari dunia nyata, tidak mau berkomunikasi dengan orang
lain, merasa puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus kesifat yang
sinting.
Pada umumnya
penderita kekalutan mental banyak terjadi di lingkungan :
1. Kota-kota besar karena pada
umumnya dikota besar tantangan hidup lebih berat sehingga orang merasa
dikejar-kejar dalam memenuhi kebutuhan hidup nya.
2. Anak-anak usia muda yang tidak
berhasil dalam mencapai yang dikehendaki atau di idam-idamkan.
3. Wanita yang pada umumnya lebih
mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaan, tetapi
sulit mengeluarkan perasaan tersebut.
4. Orang yang tidak beragama tidak
memiliki keyakinan bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi.
5. Orang yang terlalu mengejar materi seperti pedagang atau pengusaha yang terlalu berlebihan
mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.
E. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia
pasti mengalami penderitaan baik ringan maupun berat. Manusia harus berusaha
untuk mengurangi penderitaan semaksimal mungkin atau bahkan menghilangkannya
sama sekali.
Manusia hidup
ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga untuk menderita. Karena
itu manusia hidup tidak boleh pesimis yang menganggap hidupnya adalah bagian
dari rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, harus berusaha mengatasi
kesulitan hidupnya. Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu
sendiri yang berusaha merubahnya.
Pembebasan
penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup dengan cara berjuang
menghadapi tantangan hidup dalam alam sekitar, masyarakat sekitar, dengan
waspada disertai doa kepada Tuhan agar terhindar dari bahaya dan
malapetaka. Manusia hanya bisa merencanakan segalanya Tuhan yang menentukan.
Kelalaian manusia dapat menyebabkan penderitaan bagi manusia itu sendiri.
F. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Sebab-sebab
timbulnya penderitaan antara lain :
a.
Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan
yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam
hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitar.
Karena
perbuatan buruk antara sesama manusia yang mengakibatkan manusia lain menderita
antara lain :
1. TKW Indonesia yang dianiaya di Malaysia disiksa, disetrika,
diperkosa bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Perbuatan buruk majikan yang
menyebabkan penderitaan bagi pembantunya sampai kehilangan nyawanya.
2. Perbuatan buruk orang tua kepada anak kandung nya yang
menganiaya sampai mengakibatkan kematian. Orang tua yang seharusnya melindungi
dan menjadi contoh bagi anak nya malah memberikan penderitaan kepada anak
kandung nya sendiri.
3. Tawuran pelajar antara SMA 6 dan SMA 70 yang mengakibatkan
dua orang luka dan satu orang meninggal dunia. Tawuran pelajar yang menyisakan
penderitaan bagi keluarga maupun dirinya sendiri.
Perbuatan
buruk manusia terhadap lingkungan juga menyebabkan penderitaan bagi manusia.
Tetapi manusia tidak menyadari hal tersebut. Manusia baru menyadari setelah
bencana itu terjadi seperti :
1. Musibah banjir dan tanah longsor di Kota Ambon. Bencana ini
memakan korban sebanyak 5 orang meninggal akibat banjir dan 3 orang akibat
tanah longsor, belum terhitung lagi jumlah orang yang hilang dan kerusakan
harta benda yang diderita akibat bencana alam ini. Bencana alam ini bermula
karena penebangan hutan secara liar sehingga tanah tidak mampu menampung debit
air hujan dan berakibat banjir disertai tanah longsor. Pemerintah dan segenap
jajaran kesehatan dan tim SAR telah mengevakuasi korban, memberikan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit dan klinik. Mereka bekerjasama untuk membantu korban
keluar dari penderitaan ini.
2. Bencana Lumpur Lapindo yang disebabkan karena kelalaian
manusia dalam pengeboran sumur di Sidoarjo Jawa Timur yang mengakibatkan
menyemburnya lumpur panas dari bawah tanah. Semburan lumpur panas tersebut
menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di
tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Inilah penderitaan manusia akibat kelalaian pekerja dan
pimpinan perusahaan. Mereka harus bertanggung jawab untuk memulihkan
penderitaan warga sekitar.
b.
Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan
juga dapat terjadi karena penyakit, siksaan / azab Tuhan. Kesabaran, tawakal
dan optimisme merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini antara lain :
1. Seorang anak laki-laki yang lahir tanpa tangan dan kaki. ia
berjuang mental dan emosional serta fisik nya. Awalnya dia seakan tidak
mempunyai harapan untuk hidup seakan hidup ini tidak ada artinya lagi. Tetapi
dia menyadari bahwa ada tangan Tuhan yang akan selalu membantunya. Tuhan pasti
akan menunjukan kebesaran dan kuasanya bagi orang-orang yang tidak pernah
mengenal putus asa. Dengan kekuatannya itu dia mampu menyelesaikan study nya di
Griffith University dan sekarang dia menjadi seorang motivator Internasional.
Dia adalah Nicholas James Vujicic atau yang biasa sering dipanggil Nick
Vujicic.
2. Nabi ayub mengalami cobaan Tuhan yaitu dia menderita penyakit
kulit selama bertahun-tahun. Nabi ayub kehilangan masa kejayaannya,
keluarganya, teman dan kaum kerabatnya. Dengan penuh kesabaran dan keihklasan
Nabi ayub menjalankan cobaan dari Tuhan. Berkat kesabaran dan keihlasannya
beliau sembuh total dari penyakitnya dan Allah memberikan kemulian yang
berlipat-lipat sehingga Nabi Ayub tidak lagi miskin.
3. Tenggelamnya fir’aun dilaut merah adalah azab yang dijatuhkan
Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong. Ketika fir’aun mengngejar Nabi Musa
dan pengikut-pengikutnya menyebrangi laut merah. Dengan tongkat Nabi Musa laut
itu terbelah, Nabi Musa dan para pengikutnya segera menyebrangi laut tersebut.
Ketika fir’aun dan tentaranya tepat berada ditengah laut merah itu seketika itu
juga laut merah tertutup lagi dan fir’aun beserta bala tentaranya tenggelam
didalamnya.
G. PENGARUH
PENDERITAAN
Setiap
penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh baik positif maupun
negatif.
Sikap positif
yaitu sikap optimis dalam menghadapi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan
rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan,
dan penderitaan itu hanya bagian dari kehidupan.
Sedangkan
sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa,
ingin bunuh diri.
H. Cara Menghadapi
suatu Penderitan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh
pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa
sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena
tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan
dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawain atau tidak
mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap
optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan,
melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu
adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah
menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya
sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain-lain (Ibni
Hasyim,2009).
Cara
menghadapi penderitaan Menurut Habib Mustofa (1989) adalah sebagai berikut :
Ø Gangguan kesehatan
karena rasa takut, karena kesehatan jasmani juga mempengaruhi kesehatan rohani.
Ø Takut akan hal yang
belum terjadi, dari pada kita memikirkannya saja lebih baik kita berkata : “
Aku telah bersedia untuk menghadapi sesuatu kalau sampai hal itu terjadi”.
Ø Kembangkan kelebihan,
lupakan kekeliruan
Ø Sikapmu terhadap
kegagalan, kita melatih diri dengan senantiasa mengatakan :“ Ah tak jadi
masalah” terhadap kegagalan yang menimpa kita
- Mencari cara baru yang lebih Efisien
- Jngan tergesah gesah,
- Sikap berani
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam materi ini kita dapat mengetahui tentang apa itu
penderitaan, Kehidupan manusia tidak akan datar pasti bergelombang maksudnya
pasti ada yang menyenagkan dan menyusahkan. Pederitaan juga memiliki hubungan
yang sangat erat dengan manusia, rasa sakit, siksaan menuntut manusia untuk
bankit menjadi lebih baik namun ada yang tidak kuat sehingga terjadi kekalutan
Mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati sesuai denan khaidah agama
manusia akan mendapat penderitaan di akhirat berupa pemyiksaan di dalam neraka.
Dalam menghadapi penderitaan setiap orang pasti melakukan hal
yang berbeda untuk menahan atau menyikapinya, ada yang menyikapinya dengan
tindakan positif dan negatif, misalkan yang positif ia akan lebih berusaha agar
tidak mendapatkan penderitaan yang ia sudah alami bahkan bisa menjadikannya
sebagai sebuah peluang dalam melakukang sebuah inovasi baru, sedangkan yang
negatif ia akan trauma dan membuat kondisi ia menjadi labil karena terlalu
berlebihan mengikapi penderitaannya dan bahkan sampai ingin bunuh diri. Untuk
itu kesehatan rohani setiap orang harus dijaga agar terhindar dari kekalutan
mental yang bisa merusak psikis kita.
Agar manusia tidak mengalami penderitaan yang berat untuk itu
manusia harus bisa menjaga sikap dan kelakuannya baik kepada sesama manusia,
alam sekitar , maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yakin dan percaya bahwa Tuhan
tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar