Sabtu, 07 Mei 2016

Cytus : Game Rythm Terbaik

Tidak salah lagi, Cytus besutan Rayark masih menjadi game rhythm terbaik untuk mobile, baik dari segi premis, lagu, gameplay, maupun sistem monetizing yang cerdas!

    Review Cytus: Game Rhythm, Masih yang Terbaik untuk Mobile

    Pertanyaan terbaik yang bisa diajukan bagi game rhythm yang dirilis untuk perangkat mobile ialah: apakah ia bisa dimainkan dengan dua jari saja? Ya, ini dikarenakan beberapa game rhythm untuk perangkat mobile terinsipirasi oleh game rhythm untuk konsol/PC. Secara umum permainannya didesain untuk dimainkan dengan joystick atau keyboard dengan banyak tombol – empat, lima, atau lebih, misalnya saja Guitar Hero atau O2Jam.

    Dan ya, dengan layar sentuh yang disediakan oleh perangkat mobile, menggenggam perangkat iOS atau Androidmu dengan dua tangan kemudian bermain dengan kedua jempolmu adalah hal yang ideal. Tidak banyak game – dalam hal ini game rhythm – yang didesain sepenuh hati untuk dinikmati secara ergonomis dan mengasyikkan, kecuali mungkin... Cytus . Bagi saya sendiri, Cytus merupakan game rhythm yang ideal untuk mobile, dan jika kemarin kita sudah menikmati ulasan mengenai Implosion yang juga dirilis Rayark , kini saatnya kita menikmati ulasan game yang membuat Rayarkterkenal – yakni Cytus!

    Tidak seperti game rhythm lain yang bisa dibilang tidak memiliki jalan cerita, Cytus memiliki plot khusus yang membuat para pemainnya membayang-bayangkan apa yang sedang terjadi di dalamnya. Rayark pandai dalam membuat plot yang tidak terlalu gamblang, sehingga memberi kesempatan pada para pemain Cytus, termasuk saya, untuk mengimajinasikan ending versi saya sendiri.

    Review Cytus: Game Rhythm, Masih yang Terbaik untuk Mobile
    Lagu tersulit saya

    Kisahnya sendiri memuat masa depan cyberpunk di mana manusia telah musnah akibat virus mutan, digantikan oleh para robot yang diinjeksi ingatan manusia. Agar robot-robot dengan ingatan manusia – termasuk Vanessa, sang protagonis – tetap bisa mengenal kemanusiaan, emosi-emosi yang dirasakan manusia disimpan dalam bentuk musik, yakni Cytus itu sendiri. Memainkan Cytus berarti membangkitkan kembali apa yang pernah dirasakan manusia – dan benar pula, musik merupakan salah satu ekspresi kemanusiaan, bukan?

    Gameplay Cytus sendiri dimuat dalam desain Active Line Scan, yakni seutas garis hitam yang akan bergerak naik dan turun di dalam layar. Saat ia melalui bulatan-bulatan not – yang seirama dengan musik yang dimainkan – kamu dapat memencet bulatan-bulatan tersebut dengan tempo yang tepat. Jika kamu menyentuh bulatan-bulatan tersebut dengan tepat, kamu akan mendapat Perfect, lalu Good, Bad, dan jika bulatan tersebut terlewati, kamu akan mendapat Miss. Skor minimal untuk menyelesaikan suatu lagu adalah 700.000 (peringkat C), dan skor maksimal yang dapat dicapai adalah 1.000.000 (peringkat Million Master).

    Review Cytus: Game Rhythm, Masih yang Terbaik untuk Mobile
    Sulit juga ambil screenshot sambil main.

    Terdapat tiga tipe not dalam setiap lagu yang disediakan game rhythm ini: (1) Basic Note, yang hanya memerlukan sekali sentuhan; (2) Drag Note, berupa bulatan-bulatan not yang berjejer dalam satu garis, yang dapat disentuh dengan tepat dengan cara drag atau menyeret; dan (3) Hold Note, berupa bulatan not dengan pita panjang yang mengekor, yang disentuh dengan cara menahan not dengan durasi yang tepat pula. Mungkin terdengar mudah dan tidak neko-neko, tetapi semakin tinggi tingkat kesulitan suatu lagu, semakin menantang pula permainan Cytus ini.

    Cytus terdiri dari lebih dari 100 lagu dari berbagai genre, mulai pop, trance, sampai drum and bass. Terdapat pula lagu alternatif yang tersembunyi, yang menariknya dapat kamu akses dengan berinteraksi dengan background suatu lagu sebelum dipilih untuk dimainkan. Petunjuknya dapat kamu lihat saat memilih chapter, karena di situ ditunjukkan ada berapa lagu yang dimuat dalam satuchapter. Terdapat pula lagu-lagu utama bertajuk “Alive” yang berisi plot utama kisah Vanessa. Kamu mungkin tidak menyadarinya, tetapi dengan memencet bulatan hijau atau merah saat memilihchapter, kamu dapat mengakses lagu-lagu utama tersebut.

    Selain gameplay yang intuitif dan secara umum bisa dimainkan dengan dua jari, lagu-lagu yang tersedia dalam Cytus merupakan lagu-lagu orisinil yang digubah dengan sangat indah oleh komposer-komposer indie asal Taiwan, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan. Yang sangat mencolok – dan tentu saja indah – adalah lagu-lagu “Alive”, meskipun lagu-lagu di dalam tiapchapter-nya tidak kalah menawan. Saya terutama menyukai dua lagu Alive, yakni Vanessa (lagu tersulit versi saya) dan Silence, sedangkan lagu lain yang saya sukai misalnya Landscape dan New World. Saking bagusnya beberapa lagu Cytus, saya mencari komposer lagu tersebut dan menikmati lagu-lagu mereka.

    Review Cytus: Game Rhythm, Masih yang Terbaik untuk Mobile
    Lagi nggak hoki.

    Terkait tingkat kesulitan, Cytus akan terasa semakin sulit semakin kamu berkelana menuju chapter-chapter akhir, karena bermuatan lagu-lagu dengan level tinggi. Saya misalnya, belum berhasil mencapai peringkat A (skor 900.000) untuk lagu Vanessa level Hard, dan belum mencapai Million Master untuk lagu Landscape level Hard (masih bertengger di peringkat S). Pencapaian terbaik saya adalah lagu Landscape level Easy, yakni lagu pertama yang bisa saya selesaikan dengan peringkat Million Master.

    Update terakhir Cytus untuk perangkat Android pada Desember tahun lalu mengizinkan kita mengakses dua chapter terbaru, yakni Chapter X dan Chapter S (Symphony). Ini semua berkat program Million Download Plan yang dirancang Rayark untuk menanggulangi pembajakan gamenya. Program tersebut secara umum akan membuka akses satu chapter baru setiap 100.000 pengguna baru yang membeli IAP.

    Untuk Android sendiri, Cytus dirilis secara gratis, namun kamu perlu menunggu 30 detik untuk memainkan suatu lagu. Untuk terhitung dalam program Million Download Plan, minimal kamu harus membayar – tidak mahal, hanya dua belas ribu saja – untuk membuang waktu tunggu tersebut. Saat ini jumlah pengguna Million Download Plan sudah mencapai 993.798 orang, sehingga seharusnya kita dapat menikmati dua chapter terakhir dalam waktu dekat, yakni Chapter K (Knight) dan Chapter R (Retro) tanpa perlu membayar untuk mengakses keduanya. Inilah yang saya maksud sebagai teknikmonetizing yang cerdas dari Rayark, yang membuat orang antusias untuk berpartisipasi melakukan transaksi IAP.

    Review Cytus: Game Rhythm, Masih yang Terbaik untuk Mobile
    Chapter baru menunggu... ​

    Visualisasi yang menawan, variasi musik yang tidak akan pernah membosankan, kisah Vanessa yang tragis, dan terutama gameplay yang ideal dimainkan sambil lalu membuat saya secara pribadi menasbihkan Cytus (masih) sebagai game rhythm terbaik untuk perangkat mobile. Saya sendiri menikmati bermain game ini dengan menggenggam smartphone saya dua tangan, lalu memainkannya dengan dua jempol. Beberapa orang lain yang menggunakan tablet meletakkan perangkatnya di atas meja, lalu memainkannya dengan dua telunjuk. Bahkan ada dewa Cytus yang mampu mencapai Million Master hanya dengan menggunakan satu jari!

    Berbagai turnamen akbar pun diadakan untuk merayakan kemenangan Cytus sebagai game mobile bergenre rhythm terbaik, sampai-sampai Capcom membeli lisensi game ini untuk diboyong ke mesin arcade tahun ini, dengan salah satu tujuannya adalah Asia Tenggara. Well, kamu bisa mengunduhCytus besutan Rayark ini secara gratis untuk perangkat Android kamu, atau membayar Rp23.000,00 untuk perangkat iOS (harga dasar). Saya perlu mengingatkan apabila ini game ini memiliki memori cukup besar, yakni sekitar 700MB, sehingga pastikan kamu menggunakan WiFi saat mengunduhnya agar tidak buntung. Selamat menemani Vanessa!

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar