Kamis, 23 Maret 2017

Analytical Hierarchy Process

Apa itu AHP dan expert choice? Dan sebutkan contoh studi kasus AHP yang berkaitan dengan ilmu teknik sipil!
Analytical Hierarchy Process atau yang disingkat menjadi (AHP) Adalah metode untuk memecahkan suatu masalah yang kompleks dan tidak terstruktur dengan cara membagikomponen dalam susunan yang hirarki, hirarki menurut kbbi adalah urutan tingkatan atau jenjang jabatan yang berarti dalam AHP ini adalah masalah akan di bagi dalam urutan tingkatan yang dimana menempatkan variabel yang memiliki prioritas paling tinggi untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.
Expert choice adalah sebuah software yang berhubungan dengan Analytical Hierarchy Process yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty.
Contoh studi kasus yang berkaitan dengan teknik sipil menggunakan AHP yang saya kutip dari jurnal R. Sutjipto Tantyonimpuno adalah: Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process Pada Proses Pengambilan Keputusan Pemilihan Jenis Pondasi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Royal Plaxa Surabaya)
Dalam mengaplikasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), diperlukan pemilihan kriteria dan alternatif, serta menghitung bobot dari hasil survey kuisioner kepada para pengambil keputusan di suatu proyek konstruksi. Setelah itu, perlu dilakukan uji konsistensi untuk menguji validitas dari hasil yang diperoleh, dan menetapkan alternatif dengan bobot terbesar sebagai pilihan. Berdasarkan hasil identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pengambilan keputusan pemilihan jenis pondasi dapat dibuat hierarki keputusan dari tingkat paling atas adalah tujuan, yaitu mencari jenis pondasi yang tepat untuk digunakan, faktor berikutnya adalah faktor pihak pengambil keputusan, yaitu owner dan structural consultant. Kemudian faktor kriteria dalam memilih alternatif jenis pondasi, yaitu: kriteria kondisi tanah, teknis pondasi, waktu, pelaksanaan, ekonomis, dan lingkungan. Tingkatan paling bawah yaitu alternatif jenis pondasi yaitu: jenis pondasi tiang pancang beton bertulang (konvensional), tiang pancang prestress, dan pondasi tiang bor. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode AHP yang dilakukan, diperoleh prosentase prioritas kriteria pemilihan jenis pondasi dari yang tertinggi ke yang terendah yaitu: kondisi tanah dengan prosentase sebesar 46,17%; kriteria teknis pondasi dengan prosentase bobot sebesar 21,37%; kriteria efisiensi waktu dengan prosentase bobot 10,92%; kriteria pelaksanaan sebesar 10,5%; kriteria ekonomis dengan nilai prosentase bobot 8,22%; dan yang terakhir yaitu kriteria lingkungan dengan prosentase bobot prioritas sebesar 2,82%. Sedangkan urutan prioritas alternatif jenis pondasi dari yang paling tinggi ke yang paling rendah adalah pondasi tiang pancang beton prestress, tiang pancang beton bertulang, dan yang terakhir adalah pondasi tiang bor dengan urutan prosentase bobot sebagai berikut: 51.82%, 35.79%, dan 12.39%. Berdasarkan nilai tersebut dapat diketahui bahwa pondasi tiang pancang prestress merupakan alternatif desain pondasi yang tepat untuk digunakan.





Daftar Pustaka
https://bambangwisanggeni.wordpress.com/2010/03/02/analitycal-hierarchy-process-ahp/
http://fe.uajy.net/fs/as/?page_id=4481
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/jts/article/view/16908
http://kbbi.web.id/hierarki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar